NoPic HOAX !

Sebagian Informasi tanpa gambar merupakan pembodohan publik

Film Hijabers In Love Akan Tayang Tanggal 4 September 2014

Hijabers In ...Film Hijabers In Love Akan Tayang Tanggal 4 September 2014 - Setelah merampungkan syuting di Bandung pada 24 Juni lalu, film Hijabers in Love langsung dikebut untuk tahap selanjutnya yakni pasca produksi. Hal itu dilakukan demi mencapai target tayang pada tanggal 4 September 2014.
 
“Iya nih, agak ngebut karena pasca produksi kita cuma 2 bulan, terhitung pendek sebenarnya. Tapi kita sudah mengantisipasi agar tetap bisa menghasilkan karya maksimal," ucap Ichwan Persada selaku produser Hijabers in Love.
 
“Insya Allah film perdana Andalan Sinema ini dirilis serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 September 2014. Harap bersabar menunggu bagi yang sudah ingin sekali menyaksikannya di layar lebar," tambahnya.
 
Di sela-sela tahap pasca produksi, promosi film Hijabers in Love juga terus dilanjutkan. Di bulan Ramadhan ini rencananya akan diluncurkan juga novel berjudul sama yang ditulis oleh Oka Aurora yang merupakan penulis skenario Hijabers in Love. Penerbitan maupun promosi novel didukung penuh oleh Gramedia dengan jaringan toko buku terluas di negeri ini. 
 
“Kami sudah merancang sejumlah program promosi, disesuaikan dengan nuansa Ramadhan. Insya Allah kami akan menggelar 'Ngabuburit with Hijabers in Love' di sejumlah toko buku Gramedia,“ tutur Irham Kaharuddin selaku produser rekanan film ini.
 
Seperti diketahui, Hijabers in Love akan 'memajang' 3 bintang muda potensial yaitu Andania Suri, Shawn Adrian Khulafa dan Vebby Palwinta. Ketiganya juga didukung oleh penampilan Miing, Keke Harun, Anbo Ontocheno, Linda Nirmala serta penampilan khusus dari Jenahara (ikon hijabers), Piyu, Rizky Hanggono serta walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Hari Jumat Puncak Arus Mudik Lebaran 2014

Hari Jumat Puncak Arus Mudik Lebaran 2014 - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memprediksikan puncak arus mudik Lebaran 2014 akan terjadi, Jumat (25/7/2014), karena pendeknya rentang hari libur Hari Raya Idul Fitri 1435 H itu.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol. Boy Rafli Amar, mengatakan karena jarak libur dengan hari Lebaran berdekatan, maka pemudik cenderung akan melakukan perjalanan pada hari yang sama. “Jadi Jumat besok, 25 Juli, itu akan jadi puncaknya. Pasalnya, menuju hari H, dengan jarak dimulainya libur nasional itu cukup mepet, maka di Jumat itu awal titik keberangkatan pada umumnya,” jelasnya, Rabu (23/7/2014).
Mengenai jalur-jalur jalan yang butuh perhatian ekstra, Boy menyampaikan jalur selatan Jawa Tengah menjadi ruas yang diprioritaskan. Kemudian, Cipularang ke Cileunyi, Nagreg, dan jalan menuju Cilacap. Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng juga memperkirakan Jumat hingga Minggu (27/7/2014) merupakan puncak arus mudik Lebaran 2014 di wilayah ini.
“Untuk yang dari Jakarta, hari ini sudah masuk puncaknya,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jateng AKBP Tulus Pamuji, di Semarang, Rabu. Menurut dia, para pemudik yang mulai meninggalkan Ibu Kota diperkirakan mulai memasuki Jawa Tengah, Kamis (24/7/2014).
Ia menuturkan terdapat sejumlah titik macet yang akan dihadapi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun bus ketika memasuki provinsi ini. Beberapa titik macet tersebut di antaranya pintu keluar Tol Pejagan di Kabupaten Brebes. Jembatan Comal yang berada di ruas jalur jalan pantai utara (pantura) Pulau Jawa, wilayah Kabupaten Pemalang, juga masih dalam proses perbaikan.
Ia menjelaskan jalur alternatif untuk menghindari Jembatan Comal yang masih dalam proses perbaikan telah disiapkan. “Karena lebar jalan jalur alternatif tidak terlalu besar kemungkinan menyebabkan kepadatan,” katanya.
Setelah memberi waktu hingga Kamis untuk bisa dioperasikan, kini target pengoperasian Jembatan Comal mundur jadi Jumat. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengaku setiap jam dia terus memantau jarak jauh tekait perkembangan perbaikan jembatan yang ambles itu. “Paling lambat Jumat pagi sudah bisa dibuka paling tidak untuk mobil kecil, syukur-syukur Kamis sore atau malam. Tapi paling lambat Jumat pagi,” tambahnya.
Imbas dari amblesnya jembatan ini, jalur mudik via Selatan Jawa dan jalur alternbatif Comal lainnya padat, sehingga perbaikan harus segera dirampungkan. Sementara itu puluhan sopir truk yang terjebak di Comal mulai kehabisan perbekalan. Mereka protes kepada petugas perbaikan jembatan.
“Enam hari enam malam kami bertahan di sini tanpa solusi apapun. Uang kami sudah habis!” kata salah satu sopir truk, Sajidin yang bersama teman-temannya mendatangi petugas perbaikan, Rabu. Untuk menjaga situasi, polisi dan TNI turun tangan. Dialog pun digelar di lokasi perbaikan.
Sajidin mengaku tidak membawa apapun. Truknya kosong. Untuk makan selama terjebak di Comal, ia dan kernetnya menghabiskan Rp100.000 per hari. Mereka terjebak di sebelah barat jembatan sejak Kamis (17/7/2014) lalu. “Uang untuk memutar arah tidak cukup,” kata Sajidin.
Emosi sopir meninggi setelah mendengar kabar tidak diizinkan lewat jika jembatan sudah selesai diperbaiki. Rencananya, Kamis besok, jembatan diuji coba. Jumat lusa baru bisa dilintasi.
Kepada para sopir, Satkorlak Binamarga 1 Jawa Tengah, Sumarjono, mengatakan amblesnya jembatan merupakan bencana. Kendaraan berat memang tidak diizinkan melintas di jalur alternatif. “Makanya harus berbalik arah,” kata Sumarjono didampingi Dandim Pemalang, Letkol Muhamad Lutfi.
Sementara itu, melonjaknya volume kendaraan angkutan barang bertonase besar alias truk yang melintasi wilayah Kota Solo menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan hingga mengalami antrean panjang, terutama di Palang Joglo dan Sumber. “Truk itu kan ngejar H-4 tidak boleh beroperasi. Jadi mereka yang lewat banyak sekali. Ditambah jembatan Comal rusak akibatnya truk yang datang makbyuk jadi satu,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat, Rabu. (Indah Septiyaning W/JIBI/Solopos/Detik/Antara)

Joko Widodo, Presiden RI Ke-7


Joko Widodo , Presiden RI Ke-7 Komisi Pemilihan Umum hari ini menetapkan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019. Keputusan KPU Nomor 536/KPTS/KPU/2014 tentang penetapan pasangan capres cawapres Pilpres 2014.

"Ketua KPU menimbang dan seterusnya mengingat dan seterusnya seterusnya. Memerhatikan dan seterusnya, memutuskan menetapkan keputusan KPU tentang penetapan pasangan capres dan cawapres terpilih dalam Pilpres 2014," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/7/2014).

"Pertama, menetapkan pasangan capres dan cawapres terpilih dalam Pilpres 2014, nomor urut 2 sudara Ir H Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden dengan perolehan suara 70.997.883, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat 62.576.444 suara. Dengan selisih perolehan keduanya sebesar 8.421.389 suara," tegas Husni.

Kedua, Husni menetapkan, Jokowi-JK sebagaimana yang dimaksud dalam diktum kedua, ditetepakan sebagai presiden dan wakil terpilih periode 2014-2019.

"Ketiga menetapkan keputusan ini berlaku dan hasil keputusan ini disampaikan kepada ke-1 pimpinan MPR RI, ke-2 pimpinan DPR RI, ke-3 pimpinan DPD RI, ke-4 Ketua MA RI, ke-5 Ketua MK RI, ke-6 Presiden RI, ke-7 pimpinan parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan, ke-8 pasangan capres dan cawapres terpilih," kata Husni.

"Ditetapkan Jakarta 22 Juli 2014, Ketua KPU Husni Kamil Manik," pungkas Hunsi.

Mendengar penetapan itu, baik Jokowi maupun JK berdiri kompak. Keduanya yang duduk di hadapan ketua dan komisioner KPU itu terlihat berseri-seri mendengar suara penetapan itu. Jokowi mengenakan kemeja batik cokelat dan pasangannya JK mengenakan batik ungu.

Keduanya sempat menjadi rebutan sejumlah pewarta foto untuk berpose, saat keduanya diminta maju ke depan menerima surat penetapan pemenang Pilpres 2014 dari Ketua KPU Husni Kamil Manik. (Yus)
JojoJokoJKomisi Pemilihan Umum hari ini menetapkan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019. Keputusan KPU Nomor 536/KPTS/KPU/2014 tentang penetapan pasangan capres cawapres Pilpres 2014.

"Ketua KPU menimbang dan seterusnya mengingat dan seterusnya seterusnya. Memerhatikan dan seterusnya, memutuskan menetapkan keputusan KPU tentang penetapan pasangan capres dan cawapres terpilih dalam Pilpres 2014," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik di kantor KPU, Jakarta, Selasa (22/7/2014).

"Pertama, menetapkan pasangan capres dan cawapres terpilih dalam Pilpres 2014, nomor urut 2 sudara Ir H Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden dengan perolehan suara 70.997.883, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat 62.576.444 suara.  Dengan selisih perolehan keduanya sebesar 8.421.389 suara," tegas Husni.

Kedua, Husni menetapkan, Jokowi-JK sebagaimana yang dimaksud dalam diktum kedua, ditetepakan sebagai presiden dan wakil terpilih periode 2014-2019.
"Ketiga menetapkan keputusan ini berlaku dan hasil keputusan ini disampaikan kepada ke-1 pimpinan MPR RI, ke-2 pimpinan DPR RI, ke-3 pimpinan DPD RI, ke-4 Ketua MA RI, ke-5 Ketua MK RI, ke-6 Presiden RI, ke-7 pimpinan parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan, ke-8 pasangan capres dan cawapres terpilih," kata Husni.

"Ditetapkan Jakarta 22 Juli  2014, Ketua KPU Husni Kamil Manik," pungkas Hunsi.
Mendengar penetapan itu, baik Jokowi maupun JK berdiri kompak. Keduanya yang duduk di hadapan ketua dan komisioner KPU itu terlihat berseri-seri mendengar suara penetapan itu. Jokowi mengenakan kemeja batik cokelat dan pasangannya JK mengenakan batik ungu.
Keduanya sempat menjadi rebutan sejumlah pewarta foto untuk berpose, saat keduanya diminta maju ke depan menerima surat penetapan pemenang Pilpres 2014 dari Ketua KPU Husni Kamil Manik. (Yus)
- See more at: http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2081915/ditetapkan-jadi-presiden-wapres-wajah-jokowi-jk-berseri-seri#sthash.qzcTIFUO.dpuf